Doubt vs Success

Adapun ciri-ciri orang sukses adalah tidak ragu, tidak grogi, dan tidak cepat terpengaruh untuk mengubah rencana dan tujuannya. Karena hal tersebut hanya akan menyia-nyiakan waktu dan tenaga saja, contoh nya saja seperti telah menulis beberapa halaman kemudian itu semua di hapus seketika. Itu semua sama dengan kepercayaan yang telah kita miliki dan rencana yang telah kita susun dengan matang, hanya dengan keraguan kita itu semua jadi berantakan tak beraturan sehingga pekerjaan yang ingin dilakukan akan terus tertunda penyelesaiaan nya.
Maka kebanyakan orang penyebab kegagalan nya adalah sering berubah-ubah dan berganti-ganti dalam menentukan arah tujuan dalam hidupnya. Contohnya saja adalah ada seseorang yang memiliki kemampuan berceramah yang baik di depan umum dan namanya telah terkenal luas dan digemari di masyarakat, namun tiba-tiba saja ia pindah ke yayasan amal atau koperasi sehingga akhirnya ia kehilangan kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya tersebut dan juga ada seseorang yang baru saja beberapa bulan masuk ke fakultas agama, karena satu atau dua hal kemudian ia pindah ke fakultas bahasa, kemudian ia pindah lagi ke fakultas lain dan begitu seterusnya. Sehingga ketika teman-temannya telah lulus, ia masih tetap saja bingung kemana arah tujuannya dan berpindah-pindah dari fakultas yang satu ke fakultas yang lain.
Jadi, sikap ragu, sering berganti profesi dan cepat terpengaruh untuk mengubah arah dan tujuan adalah penyebab kegagalan. Barang siapa yang ingin sukses, maka ia hendaknya konsisten dalam menekuni pekerjaan/biadng yang dijalaninya sehingga akan terus berusaha dan berkarya dalam bidang tersebut.
Seperti yang ditanyakan dalam S: Al-Baqarah: 60 , yaitu :
“… Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)….”
Dan S: Al-Baqarah: 148
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.”
Oleh karena itu dalam menentukan arah tujuan dalam hidup, kemana kita akan mengambil keputusan hendaklah sesuai dengan apa yang kita harapkan dan kita inginkan nantinya, tetapi kita tetap menjadikan agama, nilai-nilai luhur dan akhlak mulian sebagai kontrol dan barometernya. Yang lain bolehkompromi, tapi dalam hal agama, nilai dan akhlak tidak ada kata kompromi.
Sesungguhnya kesuksesan dalam suatu hal itu disertai oleh rasa senang karena ini merupakan salah satu syarat meraih kesuksesan. Dan adapun memaksakan keinginan seseorang kepada orang lain merupakan salah satu penghancuran terhadap bakat, keahlian dan kesuksesan. Jadi hendaknya kita memberikan kebebasan pada orang lain untuk memilih spesialisasi, aktivitas, dan profesi yang diinginkan, tetapi tetap memperhatikan semua perintah dan larangan Allah SWT .

from book “Cahaya Zaman by Dr.Aidh Al-Qarni”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s