SEKAPUR SIRIH
Assalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh..
Puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan anugrah dan rahmatnya dalam setiap hembusan nafas kita, sehingga kita masih bisa berjuang dalam hidup ini dan semoga setiap detik dalam hidup kita menjadi bermakna bagi kita dan orang lain. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada sang revolusioner alam Nabi Muhammad SAW .
Alhamdulillahirabbilalamin… setelah terbitnya bulletin I medicine yang ke 2, dengan siring waktu akhirnya bulletin I-medicine yang ke 3 pun terbit.,..dan berhubung PILPRES sebentar lagi,. jadi Pada bulletin kali ini I-medicine mengangkat tema “ Memilih dalam Islam”, disini I-medicine akan mengupas bagaimana sih pandangan Islam tentang memilih dan bagaimana kriteria seorang pemimpin dalam ISLAM, mungkin pada PEMILU yang lalu kita asal memilih aja, karena kita bingung dan gak tahu bagaimana pemimpin dalam islam itu., tertarik untuk membacanya……jadi biar gak bingun-bingung baca aja….!!
Semoga dengan terbitnya bulletin ini memberikan banyak pengajaran dan manfaat bagi kita semua, dan kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita…..
Amin ya Rabba’l Alamin
Syukron JAzakillah…!!
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahiwabarakatuh….
BERITA UTAMA
Tema kita kali ini adalah memilih dalam islam, di dalam hidup begitu banyak pilihan yang harus kita pilih yang terkadang kita bingung dalam menentukan pilihan itu,.. berhubung sebentar lagi PEMILU presiden maka di artikel kali ini khusus akan mengupas bagaimana sih memilih pemimpin dalam islam itu ? Nah biar gak bingung lagi baca aja artikel ni…
Memilih Dalam Islam….!!!!
Memilih merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup. Setiap saat kita dipaksa untuk memilih, mulai dari hal yang terkecil sampai hal yang terbesar. Sebagian orang ingin lari dari tindakan memilih, karena mungkin menganggap dengan cara seperti itu bisa terlepas dari tuntutan moral ketika tidak menemukan pilihan yang tepat. Padahal memilih untuk tidak memilih juga merupakan sebuah pilihan, dan tentu membawa konsekuensi.
Memilih adalah sebuah tanggung jawab. Memilih juga merupakan sikap untuk menentukan arah jalannya sejarah, sekecil apa pun pilihan kita buat. Memutuskan untuk memilih melakukan atau meninggalkan suatu tindakan, walaupun kita yakin hanya untuk sekali saja, akan membawa akibat yang panjang, meski tidak terasa secara langsung. Apalagi, jika pilihan yang harus kita tetapkan menyangkut nasib bangsa atau masyarakat. Karena itu, dalam menentukan pilihan harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan dan tanggung jawab serta kesadaran akan implikasinya.
Sungguh benar perumpamaan yang mengatakan bahwa pemimpin adalah nakhoda bagai sebuah kapal. Sebab, negara ibarat kapal yang didalamnya banyak penumpang. Para penumpang seringkali tidak tahu apa-apa. Maka selamat tidaknya sebuah kapal tergantung nakhodanya. Bila nakhodanya berusaha untuk menabrakkan kapal ke sebuah karang, tentu bisa dipastikan bahwa kapal itu akan tenggelam dan semua penumpang akan sengsara, Oleh karena itu untuk dapat menghasilkan pemimpin yang dapat memikul amanah yang dipercayakan kepadanya. Dalam memilih pemimpin Alquran dan Hadits telah memberikan petunjuk, baik secara tersirat maupun tersurat
Ibnu Umar ra. menuturkan Rasulullah saw. Bersabda : “Setiap orang diantara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang iman adalah pemimpin dan diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin ditengah keluarganya dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang istri adalah pemimpin dan akan diminta tanggung jawab kepemimpinannya. Seorang pelayan/pegawai juga pemimpin dalam mengurus harta majikannya dan ia dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya”.( HR. Bukhari dan Muslim)
Bagaimana sih kiat memilih Pemimpin ?
Dalam Islam kepemimpinan merupakan hal yang vital. Rasulullah Saw memerintahkan jika ada tiga orang yang melakukan perjalanan, maka hendaknya meraka mengangkat salah seorang dari mereka menjadi pemimpin. diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya,” (HR Abu Daud).
Secara garis besar, Islam mensyaratkan bahwa dalam memilih pemimpin yang diutamakan adalah pemimpin yang mencintai keimanan daripada kekafiran (QS at-taubah [9]: 23), berilmu luas dan kuat perkasa (QS al-Baqarah [2]: 247) dan qowiyul amin, bisa dipercaya (QS al-Qashash [28]: 26). Kekuatan yang dimaksud, adalah kekuatan dalam berbagai bidang, tidak hanya kekuatan fisik, tapi juga mental.
Sementara Ibnu Taymiyah mengemukakan tiga kiat sederhana dalam memilih pemimpin.
Pertama,: angkatlah yang paling layak dan paling sesuai. Tentu saja dia adalah orang yang terbaik segala-galanya, di antara semua orang yang ada di wilayahnya. Paling tinggi imannya di antara para calon yang ada, paling baik moralnya di antara mereka, paling tinggi budi pekertinya, paling tinggi ilmunya, dan paling luas wawasannya dalam mengatasi masalah-masalah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta yang paling terampil memanage atau mengelola unit/wilayah yang dipimpinnya.
Kedua, Apabila yang terbaik tersebut tidak diperoleh di antara mereka, pilihlah kriteria yang di bawahnya, dan apabila hal tersebut juga tidak bisa diperoleh, pilihlah yang setidak-tidaknya yang memiliki “Quwwah” (otoritas) dan amanah. “Quwwah” berarti memiliki kekuatan jasmani dan rohani, dia seorang “Problem Solver”, seorang yang cerdas yang bisa memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.
Ketiga, Amanah, bisa dipercaya, jujur, tulus dalam melaksanakan tugas yang diemban atau diamanatkan kepadanya. Apa pun hambatan dan rintangan yang dihadapi karena ia sudah sanggup menjalankannya, tetap akan menjalankannya sepenuh tenaga dan sepenuh hati.
Jika kiat memilih di atas kita terapkan dalam pemilu kali ini, maka pemilu tahun ini akan menghasilkan para pemimpin yang terbaik di antara yang ada. Dampak selanjutnya, perjalanan bangsa di masa yang akan datang akan lebih baik dari masa sebelumnya. Tentu saja hal ini akan berpengaruh pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.
Demi kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang, sungguh sangat layak jika kita berhati-hati dan waspada dalam memilih. Jangan sampai kita memilih preman atau penjahat kelas kakap memimpin negeri ini. Jika ini yang terjadi, alih-alih kita keluar dari keterpurukan, justru kita akan terbenam lebih dalam lagi dalam lumpur kesengsaraan. Wallahu a’lamu bis shawab.
PROFIL
PROFIL PEMIMPIN FOSMI 2008
Pada edisi kali ini, dalam rubrik profil kita akan menyimak sedikit bincang-bincang redaksi dengan salah satu pemimpin organisasi yang ada di kampus tercinta kita ini. Hanan khairu anami, itulah nama lengkap dari abang kita ini. Hanan adalah panggilannya sehari-hari, baik dari lingkungan teman-teman maupun adik-adik kelas serta dosen dan juga senior diatasnya. Hanan di lahirkan di pekanbaru pada tanggal 2 Februari 1989. Dulunya hanan bersekolah di SDN 04 tampan, kemudian melanjutkan ke SMPN 3 pekanbaru dan selanjutnya masuk ke SMA 9 pekanbaru. Dan alhamdulillah saat ini, hanan berada di kampus tercinta kita ini Fakultas Kedokteran Universitas Riau, tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2006.
Selama berada di FK UR hanan aktif mengikuti berbagai organisasi yang ada di kampus, diantaranya pada tahun 2007 sampai 2008 hanan tergabung dalam bidang kaderisasi fosmi avicena, di tahun yang sama dia juga menjabat sebagai anggota PenMas ( pengabdian masyarakat ) BEM FK UR. Kemudian pada tahun 2008 hanan di amanah kan sebagai ketua fosmi avicena sampai tahun 2009. dan sekarang hanan menjabat sebagai wakil ketua BLM FK UR.
Berbicara mengenai organisasi, hanan berpendapat bahwa organisasi selama menjadi mahasiswa itu penting. Apalagi organisasi yang kita geluti itu adalah organisasi yang bersifat da’wah. Jika kita meniatkan berorganisasi itu karena Allah, insyaallah semua itu akan menjadi pahala bagi kita. Menurut hanan segala sesuatu yang kita niatkan karena Allah, insyaallah nantinya akan di balas oleh Allah. Walaupun begitu hanan mengakui bahwa memang terkadang ada kendala juga dalam mengatur waktu untuk kuliah, berorganisasi dan lainnya. Tetapi di sisi lain banyak hal yang bisa kita dapatkan dari berorganisasi diantaranya adalah mendapatkan banyak teman, belajar berinteraksi dengan orang lain dan banyak ilmu yang dapat kita pelajari dari teman dan senior dalam organisasi tersebut.
Mengingat fosmi avicena adalah organsasi yang bersifat da’wah, hanan berpendapat bahwa da’wah di kampus ini sangatlah penting. Dikarenakan profesi dokter adalah profesi yang sangat banyak sekali berhubungan dengan masyarakat nantinya. Apabila dokter mempunyai kemampuan untuk berda’wah, maka akan sangat mudahlah menyebarkan nilai keislaman kepada masyarakat. Sudah seharusnyalah kita sebagai mahasiswa muslim khususnya di bidang kedokteran memulai jalan da’wah dari semenjak bangku perkuliahan. Karena pada dasarnya kita tidak hanya dituntut untuk menuntut ilmu pengetahuan, tetapi ilmu agama jauh lebih penting untuk dipelajari.
Selama berkuliah di fakultas kedokteran ini, hanan telah pernah diberi amanat untuk menjadi pemimpin atau ketua dari salah satu organisasi, menyangkut tentang kepemimpinan hanan berpendapat bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang seperti Rasulullah atau seperti orang-orang yang meneladani kepemimpinan dari diri Rasulullah. Sedangkan kriteria dari pemimpin yang baik itu telah ada juga dijelaskan banyak dari firman Allah dan juga sunnah rasul. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang sesuai dengan al-qur’an dan sunnah lajut hanan. Berbicara tentang pemiilihan umum yang akan dilaksanakan insyaallah tanggal 8 Juli 2009 ini, hanan bertutur bahwa dari ketiga calon kuat yang ada saat ini masih jauh dari harapannya. Hanan berharap kedepannya akan ada lagi calon pemimpin yang lebih baik lagi, yang melaksanakan kepemimpinannya berlandaskan al-qur’an dan sunnah. Semoga suatu hari nanti ada pemimpin yang menerapkan syariat islam di Indonesia ini. Semoga saja bisa terwujudkan. Amiin. (ana).
SEJARAH KEDOKTERAN ISLAM ( SKI )

IBNU SINA yang lebih dikenali di Barat dengan nama Avicenna mempunyai nama lengkap Abu Ali al- Huseyn bin Abdullah bin Hassan Ali bin Sina. Beliau merupakan seorang yang berbangsa Parsi. Menurut Ibnu Abi Ushaybi’ah ia lahir pada tahun 375 H, di desa Afshanah dekat kota Kharmaitan Propinsi Bukhara Afghanistan.
Pelajaran pertama yang diterimanya pada zaman kanak-kanak adalah Al-Quran dan Sastera yang didapati olehnya secara tidak formal. Ia mula belajar pada usia 5 tahun. Sementara itu sewaktu berumur 10 tahun , beliau telah berjaya menghafal Al-Quran. Pada masa umurnya meningkat 18 tahun Ibnu Sina telah menjadi “Doktor Di Raja”. Disamping itu, Ibnu Sina juga telah menguasai seluruh cabang ilmu pengetahuan yang ada pada waktu itu. Ilmu-ilmu agama seperti tafsir, fiqh, perbandingan agama (ushuluddin), tasawuf dan sebagainya sudah dikuasainya ketika baru berusia 10 tahun. Pada masa kecilnya, ia dibimbing dan dididik oleh Abu Abdullah Natili, seorang sahabat karib ayahnya, dan ayahnya sendiri. Antara bidang ilmu yang berjaya dikuasainya termasuklah dalam bidang falsafah, kedokteran, geometri, astronomi, musik, syair, teologi, politik, matematik, fisika, kimia, sastera dan kosmologi.
Ensiklopedia Kedoktoran Pertama
Pada usia 21 tahun, ketika berada di Kawarazm, ia mulai menulis karyanya yang pertama yang berjudul “Al-Majmu” yang mengandung berbagai ilmu pengetahuan yang lengkap.Kemudian ia melanjutkan menulis buku-buku lain.Nama-nama buku yang pernah dikarang Ibnu Sina, termasuk yang berbentuk risalah ukuran kecil, dimuat dan di himpun dalam satu buku besar yang berjudul “Essai de Bibliographie Avicenna” yang dihasilkan oleh Pater Dominican di Kairo.Antara yang terkandung dalam buku tersebut termasuklah buku karangan yang amat terkenal yaitu Al-Qanun Fit – Tibb.
Teori-Teori Anatomi Dan Fisiologi
Teori-teori anatomi dan fisiologi dalam buku-buku beliau adalah menggambarkan analogi manusia terhadap negara dan mikrokosmos (dunia kecil) terhadap alam semesta sebagai makrokosmos (dunia besar).Misalnya digambarkan bahawa surga kayangan adalah bulat dan bumi adalah persegi dan dengan demikian kepala itu bulat dan kaki itu empat persegi. Terdapat empat musim dan 12 bulan dalam setahun, dengan itu manusia memiliki empat tangkai dan lengan (anggota badan) mempunyai 12 tulang sendi. Hati (heart) adalah ‘pangeran’-nya tubuh manusia, sementera paru-paru adalah ‘menteri’-nya. Leher merupakan ‘jendela’-nya sang badan, manakala kandung empedu sebagai ‘markas pusat’-nya. Limpa dan perut sebagai ‘bumbung’ sedangkan usus merupakan sistem komunikasi dan sistem pembuangan.
Sementara itu “Canon of Medicine” memuatkan pernyataan yang tegas bahawa “darah mengalir secara terus-menerus dalam suatu lingkaran dan tak pernah berhenti” . Namun ini belum dapat dianggap sebagai suatu penemuan tentang srikulasi darah, kerana bangsa cina tidak membedakan antara urat-urat darah halus (Veins) dengan pembuluh nadi (arferies). Analogi tersebut hanyalah analogi yang digambarkan antara gerakan darah dan siklus alam semesta, pergantian musim dan gerakan-gerakan tubuh tanpa peragaan secara empirik pada keadaan yang sebenarnya.
Pengaruh Ibnu Sina (Avicenna)
Pengaruh Ibnu Sina sebagai seorang failasuf dan doktor perubatan dalam kebudayaan Eropa adalah luas. Buku karangannya al-Qanun Fit- Tibb (Peraturan Perubatan) terdiri daripada 14 jilid, telah dianggap sebagai himpunan perbendaharaan ilmu perubatan. Ilmu perubatan moden banyak mendapat pelajaran daripada Ibnu Sina, dari segi pengunaan ubat, diagnosis dan pembedahan.
Perintis Pengenalan Penyakit Saraf
Al- Qanun Fit-Tibb telah membincangkan serta mengenegahkan mengenai penyakit saraf. Buku tersebut juga telah mengajar mengenai cara-cara pembedahan dimana telah menekankan keperluan pembersihan luka. Malahan di dalam buku-buku tersebut juga dinyatakan keterangan –keterangan dengan lebih jelas di samping hiasan gambar-gambar dan sketsa-sketsa yang sekaligus menunjukkan pengetahuan anatomi Ibnu Sina yang luas.
Ibnu Sina- Sebagai Seorang Doktor
Ibnu Sina pernah di beri gelar sebagai “Medicorum Principal” atau “Raja Diraja Doktor” oleh kaum Latin Skolastik. Antara gelaran lain yang pernah diberikan kepadanya adalah sebagai “Raja Ubat”. Malahan dalam dunia Islam, ia dianggap sebagai “Zenith”, puncak tertinggi dalam ilmu kedoktoran . Ibnu Sina menjadi “Doktor Di Raja” yaitu doktor kepada Sultan Nuh 11 bin Mansur di Bukhara pada tahun 378 H/ 997 M ketika beliau berusia 18 tahun. Pada waktu itu penyakit sultan dalam keadaan parah dan tidak ada doktor lain yang berjaya mengubati baginda. Akan tetapi berkat pertolongan Ibnu Sina baginda kembali pulih.Sumbangan Ibnu Sina
Ibnu Sina telah memperkembangkan ilmu psikologi dalam perubatan dan membuat beberapa perjumpaan dalam ilmu yang dikenali hari ini sebagai ilmu perubatan psikosomatics “psychosomatic medicine”. Beliau memperkembangkan ilmu diagnosis melalui denyutan jantung (pulse diagnosis) untuk mengenal pasti dalam masa beberapa detik saja ketidak – seimbangan humor yang berkenaan . Diagnosis melalui denyutan jantung ini masih dipratikkan oleh para hakim (doktor-doktor muslim) di Pakistan, Afghanistan dan Parsi yang menggunakan ilmu perubatan Yunani. Seorang doktor tabii dari Amerika (1981) melaporkan bahwa para hakim di Afghanistan, China, India dan Parsi sanggat berkebolehan dalam denyutan jantung di tempat yang dirasai tetapi mutunya yang berbagai .Ini merangkumi :
- Kuat atau denyutan yang lemah.
- Masa antara denyutan.
- Kandungannya lembap di paras kulit dekat denyutan itu dan lain-lain lagi.
Dari ukuran-ukuran denyutan jantung seseorang hakim mungkin mengetahui dengan tepat penyakit yang dihinggapi di dalam tubuh si pesakit. Beliau telah menghasilkan 250 buah karya dan masih kekal hingga hari ini dan termasuklah 116 buah karyanya dalam bidang “Ilmu Perubatan”. Banyak karyanya ditulis dalam bahasa Arab dan juga beberapa dalam bahasa Parsi. “Qanun Fitt Tibb” adalah karyanya yang termasyur , paling selalu dicetak di Eropa pada zaman “Renaissance”. Karya Qanun itu telah mempunyai pengaruh yang asas dalam ilmu perubatan di Eropa pada zaman Renaissance dan telah menjadi buku rujukan yang utama di universiti-universiti Eropa hingga ke abad 17 M.
Penutup
Ibnu Sina meniggal dunia di Hamdan ,dalam usia 58 tahun pada bulan Ramadhan 428 H/1037 M .Ia dimakamkan di sana. Dalam rangka memperingati 1000 tanun hari kelahirannya (Fair Millenium) di Tehran pada tahun 1955 M ia telah dinobatkan sebagai “Father of Doctor” untuk selamanya-selamanya , dan di sana (Tehran) telah dibangunkan sebuah monemun sejarah untuk itu. Makam beliau di Hamdan telah di kelilingi oleh makam-makam doktor islam yang lain. Hal ini menyebabkan ahli-ahli ilmu yang terkemudian merasa megah kalau dimakamkan di tanah perkuburan di mana “zeninth” itu dimakamkan.
AL-QUR’AN AND SCIENCE
Jenis Kelamin Bayi
Bayi adalah sesuatu yang mulia yang diberikan oleh ALLAH, proses perkembangan bayi merupakan hal yang sangat rumit, banyak tahap yan harus dilalui, dan untuk jenis kelaminnya juga mempunyai banyak tahap, berikut ini adalah info mengenai jenis kelamin bayi…
Hingga baru – baru ini, orang mengira bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel – sel Ibu. Atau setidaknya dipercaya bahwa jenis kelamin ditentukan secara bersama oleh sel laki – laki dan sel perempuan. Namun kita mendapatkan informasi yang berbeda dari Al Quran, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki – laki dan perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”
“ Dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang – pasangan laki – laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan” (QS. An Najm, 53: 45 – 46)
Ilmu genetika dan biologi molekuler yang berkembang telah membenarkan secara ilmiah ketepatan Informasi yang diberikan oleh Al Quran ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel – sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses menentukan jenis kelamin ini. Kromosom adalah unsur utama dalam pembentukan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan struktur seorang manusia diidentifikasi sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk – bentuk huruf ini. Kromosom Y membawa gen – gen yang mengkode sifat – sifat kelaki – lakian, sedangkan kromosom X membawa gen – gen yang mengkode sifat – sifat kewanitaan.
Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika salah satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.
Dengan kata lain. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita, Tak satupun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan dikalangan masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.
Namun, 13 abad sebelum penemuan gen manusia, Al Quran telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, tetapi air mani dari pria. Jika kita terus mengungkapkan fakta – fakta yang diberitahukan pada Al Quran mengenai pembentukan manusia, sekali lagi kita akan menjumpai keajaiban yang ilmiah yang sungguh penting.
Ketika sperma pria bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai “zigot”dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi “segumpal daging”. Tentu saja, hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskop.
Namun, zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap dibumi dengan serabutnya. Melalui hubungan ini, zigot mampu mendapatkan zat – zat yang penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya.
Disini, pada tahap ini, satu keajaiban penting dalam Al Quran terungkap. Ketika merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah menggunakan kata “Alaq” dalam Al Quran :
“ Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakanmu dari segumpal darah. Bacalah, Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.”
(QS. Al ‘Alaq, 96 : 1-3)
Arti kata “Alaq” dalam bahasa arab adalah “sesuatu yang menempel pada suatu tempat”. Kata inilah secara harfiah digunakan dalam menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah. Tentunya penggunaan kata demikian tepat untuk zigot yang sedang tumbuh dalam rahim Ibu, membuktikan bahwa Al Quran merupakan wahyu dari Allah, Tuhan semesta alam.
Dalam Al Quran juga dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
“ Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan, adalah Allah, Tuahn kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” (QS. AZ Zumar, 39 : 6.)
Sebagaimana akan dipahami, ayat ini menunjukan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya melalui tiga tahapan yang berbeda. Benar, biologi modern telah mengungkapkan bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga daerah yang berbeda didalam rahim Ibu.
Fase – Fase ini mengacu pada tahap – tahap yang berbeda dari perkembangan bayi. Ringkasnya, ciri – ciri utama tahap perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:
- Tahap Pre-embrionik
Pada tahap ini, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian akan membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin besar, sel – sel penyusunnya pun mengatur diri sendiri guna membentuk tiga lapisan.
- Tahap embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini, bayi disebut “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan – lapisan sel tersebut.
- Tahap Fetus
Dimulai dari tahap ini, bayi disebut “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan minggu kedelapan hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah bahwa fetus sudah menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya sudah jelas. Tahp ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran.
RENUNGAN
Time saving, more saving!
Demi masa! Sesungguhnya manusia dalam keadaan kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling nasehat-menasehati dengan kebenaran dan saling menasehati dengan kesabaran. (qs al-ashr ; 1-3 ).
Betapa indah gaung surat al-qur’an tersebut bila kita menafakurinya. Masa, waktu sebenarnya adalah modal kita. Didalamnya kita hidup dan didalamnya pula kita menggunakan segenap kesempatan yang ada di depan mata kita. Tidak ada yang tahu rahasia waktu. Namun dengan memanfaatkan waktu untuk beramal bukankah akan menjadikannya indah?
Setelah diperhatikan secara teliti, ternyata kita memiliki suatu kebiasaan yang kurang baik dalam mengoptimalkan waktu. Itu adalah, kebiasaan menunda! Kadang kita merasa bahwa menunda pekerjaan itu akan lebih baik. Padahal bila kita cermati, pekerjaan menunda-nunda itu hampir pasti mengundang suatu masalah bila tidak ada perhitungan yang benar.
Banyak sekali penyebabnya. Yang pertama, disetiap pekerjaan waktu tentunya sudah ada yang harus dikerjakan. Andaikata ditunda, maka pekerjaan lain dipastikan akan menyusul. Akhirnya makin lama bertumpuklah pekerjaan itu. Apalagi ketika kita melihatnya timbul rasa enggan untuk mulai mengerjakannya.
Sebagai contoh, ketika ada seorang pelajar yang akan menghadapi ujian, dalam hati ia berkata, “ saya akan mengahafal nanti malam saja supaya lebih tenang”. Namun ketika malam tiba, “ah, nanti saja sehari menjelang hari H, saya akan all-out.” Tetapi saat malam hari H tiba, muncul lagi alas an, “ ah, supaya tidak terlalu lama menghafal, akan saya kerjakan subuh saja”. Tetapi kemudian yang terjadi, subuhnya dia bangun terlambat dan ia pun tidak tepat waktu ke kampuz.
Tanpa sadar telah banyak hal yang kita lewati pada saat kita berusaha untuk menunda sesuatu hal. Dan kerugian yang kita dapatkan tidak hanya satu, tetapi satu kerugian akan dilanjutkan dengan kerugian yang lainnya. Sedangkan kunci keefektivitasan waktu itu adalah manakala kita telah selesai menuntaskan suatu urusan, maka kita bersegera untuk mengerjakan urusan lainnya.(ana/berbagai sumber)
RESENSI
Tuhan di dalam Gen Kita
Judul : The Divine Message of the DNA (Tuhan dididalam Gen Kita)
Pengarang : Dr.Kazuo Murakami, PH.D (Ahli Genetika Tekemuka didunia)
Penerbit : Mizan Pustaka, Maret 2007
Karakteristik – Karakteristik genetik yang diturunkan dari generasi ke generasi selama ini dianggap oleh para ahli bersifat tetap (tak berubah) dan niscaya. Namun, penelitian – penelitian mutakhir menunjukan bahwa lingkungan dan faktor – faktor eksternal lainnya mengubah kerja gen – gen kita.
Para Ilmuwan sudah banyak menyingkap peran faktor – faktor fisik dan kimiawi dalam mempengaruhi gen. Tetapi dalam buku ini, Dr. Kazuo Murakami menawarkan perspektif yang baru : pikiran dapat mengaktifkan gen – gen positif dan menonaktifkan gen – gen negatif. Meneguhkan kebijaksanaan klasik “you are what you think”, temuan mutakhir dibidang genetika ini menunjukkan :
- Positive Thinking akan membangkitkan gen – gen yang bermanfaat
- Selalu peka dan terinspirasi akan membuat Anda awet muda dan panjang umur
- Informasi baru dapat mengubah gen Anda
- Niat baik akan memberi efek positif pada gen
Dan banyak lagi rahasia tentang hubungan pikiran dengan gen Anda, berdasarkan temuan – temuan ini, dan fakta bahwa kode genetik terlalu kompleks untuk terbentuk secara acak, Dr. Murakami sampai pada kesimpulan bahwa ada kekuatan yang lebih besar dialam semesta ini. Dr.Murakami menyebutnya “Sang Agung”. Ia yakin bahwa segala kehidupan datang dari sumber itu Sang asal mula, atau yang kita sebut sebagai Tuhan.

Ketika Cinta Bertasbih!!
Judul : Ketika Cinta Bertasibih
Buku Karya : Habiburahman El Shirazy
Setelah sebelumnya Film ayat-ayat cinta sukses berat di pasaran, akankah film ini mengikuti sukses pendahulunya? Kita tunggu saja pada bulan Juni nanti. Adapun bagi Anda yang ingin mengetahui cerita dan sinopsis film Ketika Cinta Bertasbih, di bawah ini adalah sinopsis atau review film Ketika Cinta Bertasbih.
Ketika Cinta Bertasbih berfokus pada perjalanan tokoh Azzam (M. Cholidi Asadil Alam), seorang mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir. Kuliahnya tertunda selama 9 tahun setelah ayahnya meninggal dunia, sehingga demi menghidupi dirinya dan keluarganya di Solo Azzam berdagang bakso dan tempe di Kairo-Mesir. Namun dari pekerjaannya itulah, ia menjadi terkenal di kalangan KBRI di Kairo, dan mempertemukannya dengan Eliana (Alice Norin), gadis cantik-modern, putri Dubes RI di Mesir.
Perjalanan hidup dan cinta Azzam yang berliku tidak sekedar memberikan pencerahan jiwa namun mengajak penonton untuk lebih mendalami rahasia Illahi dan memaknai cinta. Kehadiran Anna (Oki Setiana), seorang wanita Islami yang menggoda hati Azzam menjadi unsur yang mengikat keduanya dalam misteri cinta yang dikemas dalam sudut pandang yang sangat berbeda dari film-film drama romantis pada umumnya. Peran adiknya bernama Husna (Meyda Sefira), serta Furqan (Andi Arsyil)-teman kuliahnya yang juga berasal dari Indonesia dan terinfeksi AIDS merangkum perjalanan hidup Azzam menjadi sebuah cerita yang sangat bernilai.
Film ini didukung oleh belasan artis senior papan atas, seperti Deddy Mizwar, Didi Petet, Slamet Rahardjo, Ninik L Karim, Nungki Kusumastuti, bahkan sastrawan-Taufik Ismail pun muncul sebagai cameo. Ilustrasi musik dan soundtrack ditangani oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Krisdayanti pun tampil sebagai salah satu pengisi album soundtrack film Ketika Cinta Bertasbih.
Seluruh setting dalam novel dihidupkan dengan pengambilan gambar dari lokasi sebenarnya di Kairo-Mesir. Termasuk KBRI di Mesir, Sungai Nil, bahkan Universitas Al Azhar yang selama ini tidak memperbolehkan film asing melakukan syuting di lokasi tersebut. Separuh mahasiswa Indonesia asli yang menimba ilmu di Universitas Al Azhar Kairo-Mesir juga terlibat dalam proses pembuatannya.. (indah/berbagai sumber)


subhanallah…
subhanallah,,,