Bundha ini anakmu yang dulu engkau kandung,
Bundha ini anakmu yang dulu engkau asuh
Bundha ini anakmu yang dulu kau besarkan dan kau manja
bundha ini anakmu yang bisu,yang miskin akan pujian kepada mu
Bundha ini anakmu yang tuli,yang tak mau mendengarkan perkataan mu
Bundha ini anak mu yang buta,yang memejamkan mata saat kau berkeluh kesah
Bundha ini anakmu yang lumpuh,yang acuh ketika kau mendamba sosok disamping mu
Bundha ini anak mu yang keras,keras telah membekukan hati ku
Bundha ini anak mu yang aktif,keaktifan membimbingku kedalam jurang
Bundha ini anak mu yang kokoh,kekokohan melihat dunia tiada lepas
Bundha ini anakmu yang tangguh,ketangguhan telah menyelimuti ku dalam diam
Bundha ini anakmu yang perkasa,keperkasaan telah mengrogoti tulang ku dalam bisu
Bundha ini anakmu yang tegar,ketegaran telah membungkam ku seribu bahasa
Bundha ini anakmu yang kau cinta,,,
Bundha ini anakmu yang kau sayang,,,
Ini anak mu,,ini anak mu,,,
Bundha dalam ketidak berdayaan ku,,,
kulihat linangan air mata dan lantunan pilu bibir mu
“pergilah nak,sesungguhnya bundha bersedih akan kepergianmu,insyaAllah bundha ikhlas pada mu”
“pergilah nak,engkau hanya titipan,dan semoga Allah tidak memberatkan bundha atas mu”
Bundha ini anakmu,menangis tanpa air mata
Bundha ini anak mu yang menggigil dalam biru dan dingin
bundha ini anak mu yang gemetar,,anak mu gemetar melihat sosok hitam
anakmu didekatinya,,
bundha ini anakmu yang seandainya bia mengulang kembali,,,……..
bundha segenap penjuru bumi melafazkan asma Nya,,
bundha suara itu,tidakkah kau mendengarnya
“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu !” Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Alloh (perkataan) yang tidak benar dan kerena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”.
(QS. Al- An’am : 93).
from: ur brother in fosmiavicena
Filed under: creative..... | Tagged: anak, bundha, cinta, mati, sakaratul maut, sayang


alhamdulillah forsifa udah kelar…
yah walau pun telat 1 jam doank ( satuuuu jaaaam???? doaaaank????)
anyway,,bukannnya mau su’udzon atau gimana,,ana pribadi sih tetap berbaik sangka,tapi kalo tanpa perbaikan ke depannya alias terus2an lelet,,yah gimana ya…
masa UKMI2 lelet2,,,tetap tidak bisa di benarkan kan?
Gimana kalo di iqob aja???
hmm yup usulnya di terima tapi masi di pikirkan untuk di laksanakan,,:)