Kemoterapi, Khazanah Warisan Islam

Kemoterapi, Khazanah Warisan Islam

Setiap penyakit pasti ada obatnya. Demikian sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim. Muhammad ibnu Ismail al-Bukhari (810 M-870 M) juga menegaskan hal tersebut dalam karyanya Sahih Bukhari, “Tidak ada penyakit yang dibuat oleh Allah tanpa ada pengobatannya.”

Allah menciptakan penyakit, Allah pula yang menyembuhkannya melalui seorang perantara, yaitu dokter. Dokter dipercaya menjadi seorang khalifah oleh Allah, untuk membantu menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Nidai, seorang dokter di abad ke- 16 M pernah mencoba memberikan nasihat kepada rekan-rekannya sesama dokter. Ia meminta kepada mereka untuk tidak berbangga diri karena berhasil menyembuhkan pasien.

Menurutnya, seorang dokter harus percaya bahwa kesembuhan datangnya dari Allah. “Jangan katakan saya telah menyembuhkan pasien, sebab asumsi itu adalah dusta. Penyakit dan pengobatan berasal dari Sang Pencipta. Dia lakukan apa yang jadi kehendak-Nya. Allah-lah yang berkendak,” tutur Nidai.

Para dokter Muslim di era kejayaan peradaban Islam mempercayai hal tersebut. Keimanan yang demikian itu mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam dunia kedokteran. Sehingga, mereka berhasil mengidentifikasi ragam penyakit beserta obat dan metode pengobatannya tanpa bertentangan dengan keyakinan agama. Salah satunya adalah Kemoterapi.

Kemoterapi adalah metode pe rawat an penyakit dengan menggunakan zat kimia untuk membunuh sel penyakit kanker. Perawatan ini berfungsi untuk menghambat kerja sel. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini merujuk kepada obat antineoplastik yang digunakan untuk melawan kanker.

Di dunia modern, untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika, namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi, dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar. Dalam penggunaan non-oncologi, istilah ini juga merujuk pada antibiotik (kemoterapi antibacterial). Dalam pengertian ini, kemoterapi modern pertama adalah arsphenamine karya Paul Ehrlich, sebuah Arsenic kompleks ditemukan pada tahun 1909 dan digunakan untuk merawat sipilis.

Ini kemudian diikuti oleh sulfonamides ditemukan oleh Domagk, dan penisilin ditemukan oleh Alexander Fleming. Tindakan kemoterapi paling sering digunakan untuk membunuh sel-sel kanker dengan memisahkan sel-sel itu dengan cepat. Hal ini berarti juga memisahkan dengan cepat sel-sel jahat dalam keadaan normal, seperti sel di sumsum tulang, sistem pencernaan dan kantong rambut (hair follicles).

Kegunaan lain dari kemoterapi cytostatic (sitostatik) adalah perawatan penyakit autoimmune seperti multiple sclerosis (sklerosa yang banyak), dan rheumatoid arthritis (radang sendi rheumatoid) dan penindasan penolakan pencangkokan (the suppression of transplant rejections). Namun, kemoterapi ini menimbulkan efek samping seperti rasa lelah fisik, mual dan muntah-muntah, diare atau sembelit, anemia, malnutrisi, kerontokkan rambut, bahkan kehilangan memori.

Melawan Kanker
Pada prinsipnya, kanker adalah pertumbuhan sel yang tak terkendalikan dan bersifat ganas. Kanker disebabkan oleh interaksi antara genetik dan lingkungan kerentanan toxin. Oleh karena itu, kemoterapi bekerja untuk memisahan sel dengan cepat. Terdapat beberapa strategi dalam sistem perawatan kemoterapi yang digunakan sekarang. Kemoterapi dapat diberikan dengan maksud kuratif atau bertujuan untuk memperpanjang hidup atau untuk meredakan gejala.

Sebagian besar kanker sekarang dirawat dengan cara ini. Kombinasi kemoterapi yang sama praktis itu melibatkan pengobatan pasien dengan jumlah obat yang berbeda secara bersamaan. Obat-obatan berbeda dalam mekanisme dan efek sam ping nya.

Dalam kemoterapi neoadjuvant (perawatan preoperative), kemoterapi dirancang untuk menyembunyikan tumor utama, sehingga terapi lokal (operasi atau radioterapi) merusak atau kurang lebih efektif. Kemoterapi adjuvant merupakan perawatan pasca operasi, dapat digunakan apabila ada sedikit bukti tentang kanker, tapi ada risiko kambuh.

Hal ini dapat membantu mengurangi peluang pengembangan resistensi jika tumor tidak berkembang. Ini juga berguna untuk membunuh setiap sel-sel kanker yang telah menyebar ke ba gian tubuh yang lain. Kemoterapi di berikan untuk menurunkan beban tu mor dan meningkatkan harapan hidup.

Semua cara kemoterapi mengharuskan pasien mampu menjalani perawatan. Performa status sering digunakan sebagai ukuran untuk menentukan apakah pasien dapat menerima kemoterapi, atau apakah dosis pengurangan diperlukan. “Karena hanya sebagian kecil dari sel tumor yang mati dengan masing-masing pengobatan (membunuh pecahan), dosis harus diulang untuk administratif untuk melanjutkan guna mengurangi ukuran tumor,” jelas Skeel, R. T. dalam Handbook of Cancer Chemotherapy.

Bahan kimia
Penggunaan bahan kimia sebagai obat kemoterapi dapat diusut dari peradaban India kuno. Sistem pengobatan tersebut disebut Ayurveda. Di dalam peradaban Islam ada seorang dokter dari Persia, yaitu Muhammad ibnu Zakaria al-Razi (Rhazes), pada abad 10 M yang menemukan metode kemoterapi.

Ia memperkenalkan penggunaan bahan kimia seperti asam belerang, tembaga, merkuri dan garam arsenic, sal ammoniac, scoria emas, kapur, tanah, karang, mutiara, dan alkohol untuk keperluan medis. Hal tersebut disebutkan dalam artikel bertajuk “Science, Technology and Medicine in the Roman Empire” yang mengambil referensi dari Bloch, R. dalam karyanya Etruscan science.

Bahan kimia ini digunakan kembali untuk kemoterapi kanker sekitar abad 20 M. Walaupun begitu, awalnya tidak dimaksudkan untuk tujuan itu. Gas mustard digunakan sebagai bahan kimia selama Perang Dunia I dan dipelajari lebih lanjut selama Perang Dunia II.

Al-Razi, Pencetus Kemoterapi

Salah satu tokoh Muslim yang berjasa di bidang kedokteran modern adalah al-Razi. Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi. Umat Islam mengenalnya dengan nama al-Razi.

Sedangkan masyarakat Barat menyebutnya Rhazes. Ia dilahirkan di Rayy, Teheran sekitar tahun 251 H./865 M. Pada tahun 313 H/925 M, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, dan meninggalkan segudang karya agung yang bermanfaat bagi umat manusia seluruhnya. Dalam tulisan berjudul “The Valuable Contribution of al-Razi (Rhazes) to the History of Pharmacy,” disebutkan bahwa kemoterapi pertama kali diperkenalkan seorang dokter Muslim legendaris bernama al-Razi alias Rhazes (865 M-925 M) pada abad ke-10 M.

Sesungguhnya dalam diri al-Razi terdapat banyak potensi. Tidak saja ilmu kedokteran yang dikuasainya, namun juga disiplin lain. Pada awalnya al-Razi sangat tertarik dengan seni musik. Seiring dengan perkembangan intelektualitasnya, ia kemudian menekuni beberapa disiplin ilmu pengetahuan lainnya seperti kimia, filsafat, logika, matematika dan fisika. Maka, tak heran jika sebagian besar masa hidupnya dihabiskan untuk mengkaji dan mengembangkan ilmu-ilmu yang dicintainya tersebut.

Beberapa ilmuwan Barat pun mengakui bahwa Al-Razi merupakan penggagas ilmu kimia modern. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya tulis maupun hasil penemuan eksperimennya. Al-Razi berhasil memberikan informasi lengkap dari beberapa reaksi kimia serta deskripsi dan desain lebih dari dua puluh instrument untuk analisis kimia. Al-Razi dapat memberikan deskripsi ilmu kimia secara sederhana dan rasional. Dia juga disebut sebagai orang pertama yang mampu menghasilkan asam sulfat serta beberapa asam lainnya serta penggunaan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.

Tetapi memang nama al-Razi lebih banyak disangkutpautkan dengan dunia kedokteran. Ia dikenal sebagai ahli pengobatan, walaupun awalnya seorang ahli kimia. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa al-Razi meninggalkan dunia kimia karena penglihatannya mulai kabur akibat ekperimen-eksperimen kimia yang meletihkannya. Dan dengan bekal ilmu kimianya yang luas itu, dia kemudian menekuni dunia medis-kedokteran. Di dunia itu, sang ilmuan juga banyak menelurkan karya dan teori-teori ilmiah. Misalnya, al-Razi mengatakan bahwa seorang pasien yang telah sembuh dari penyakitnya lebih disebabkan oleh respons reaksi kimia yang terdapat di dalam tubuh pasien tersebut.

Maka, tak heran jika kemoterapi pertama kali diperkenalkan oleh seorang dokter Muslim legendaris ini pada abad ke-10 M. Sebagaimana disebut dalam artikel berjudul “The Valuable Contribution of al-Razi (Rhazes) to the History of Pharmacy” di atas. Kepakaran al-Razi dalam bidang kedokteran dibuktikan dengan penemuan-penemuannya yang menjadi dasar pengembangan disiplin ini. Dialah orang pertama yang memperkenalkan penggunaan zat-zat kimia dan obat-obatan dalam pengobatan. Zat-zat kimia ini meliputi belerang, tembaga, merkuri dan garam arsenik, sal ammoniac, gold scoria, zat kapur, tanah liat, karang, mutiara, ter, aspal dan alkohol. she(republika online)

PELABUHANKU

Rabbi….
kala malam pekat menghampiri
ku sadar…
Cintaku pada-Mu tak seberapa
Cintaku pada-Mu hanya di bibir saja

Apa yang tlah ku lakukan untuk cintaku??
tak ada!!!
Aku hanya terbuai dengan kata-kataku
Aku hanya terlena dengan kemunafikanku
Tanpa ada yang ku lakukan…

Ya Rabb…
seandainya ku bisa
ku ingin cintaku kuserahkan hanya kepada-Mu
ku ingin hatiku di penuhi oleh-Mu

Ya Rabb…..
bantu aku menggapainya
jangan Kau biarkan cinta semu menenggelamkanku
jangan kau biarkan cinta pada makhluk-mu menghanyutkanku
karena ku ingin…
Kaulah pelabuhan cintaku..
Amiin…amiin ya rabbal’alamin…

BAHAGIAKAH AKU????

BAHAGIAKAH AKU????
Kebahagiaan bukanlah milik mereka yang ahli dalam kebencian, bukan pula milik mereka yang saling mengkotak-kotakkan diri, melainkan milik mereka yang selalu menebarkan salam dan cinta-kasih dengan beramal kebajikan sebaik-baiknya kepada seluruh makhluk Tuhan semesta alam. Mencintai adalah jalan menuju kebahagiaan. Allah membangun ‘Kerajaan Kebahagiaan’ di dalam ‘Kerajaan CintaNya’. Kebahagiaan hanya bisa diraih oleh orang-orang yang menasbihkan dirinya sebagai hamba ‘Cinta’, bukan hamba kebencian. Bukan hamba dendam. Bukan hamba keserakahan.

Kebahagiaan hanya milik orang-orang yang mencintai, bukan mereka yang menuntut untuk dicintai. Semakin kita menuntut, akan semakin sulit kita memperoleh kepuasan hidup. Sebaliknya, semakin kita berserah diri, maka kita akan semakin bahagia. Orang yang menuntut tidak pernah bisa merasakan apa yang dia miliki. Karena, orang yang menuntut selalu berpikir tentang apa yang akan datang. Ia hanya hidup di dalam angan-angan egonya belaka. Kebahagiaan sejati akan terpuaskan, justru ketika ia mampu meng-Nol-kan egonya, dan menundukkan hawa nafsunya.
Ia tak pernah menuntut apa-apa lagi, ia tidak memiliki sesuatu kecuali Allah, tidak juga mempunyai kebahagiaan kecuali kerinduan untuk bertemu denganNya, dan tidak memiliki kegembiraan kecuali dengan mendekat kepadaNya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan yang terbesar ialah kebahagiaan ketika kita dekat dan berserah diri hanya kepada Allah. Dialah sumber segala kenikmatan dan kebahagiaan yang diidam-idamkan oleh seluruh makhlukNya
Sebagaimana do’a yang selalu kita panjatkan seusai shalat…
Allahumma antassalam waminkassalaam wa ilaika ya ‘udussalaam fa hayyina rabbana bissalaam wa ad khilna al jannata dar assalaam tabaarakta rabbana ya dzal jalaali wal ikraam.
‘Ya Allah, Engkaulah kebahagiaan (as salaam), dariMu bersumber segala kebahagiaan (as salaam), dan kepadaMu pula kembaliNya, maka hidupkanlah kami, Ya Allah di dunia ini dengan kebahagiaan (as salaam), dan masukkanlah kami kelak di negeri As salaam. Maha suci Engkau, Maha Mulia Engkau ya Tuhan kami, wahai Dzat yang Maha Agung dan Maha Mulia.’
Allah kebahagiaan itu, dan Ia sangatlah dekat dengan kita. Lalu…. masihkah kita harus mencari-cari kebahagiaan itu dengan melakukan hal-hal yang sia2???
Wallahu’alam

Bundha ini anak mu

Bundha ini anakmu yang dulu engkau kandung,
Bundha ini anakmu yang dulu engkau asuh
Bundha ini anakmu yang dulu kau besarkan dan kau manja
Read more »

SCALENUS 2009 usai, SCALENUS 2010 dimana ya???

Alhamdulillah, SCALENUS 2009 telah berjalan dengan lancar. 10 finalis dari berbagai propinsi di Sumatra bertarung selama 1 hari penuh, mempresentasikan karya tulis ilmiahnya di hadapan dewan juri yang berasal dari lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau. Dan akhirnya, terpilihlah Geni Ayu Andari dari SMA Negeri 3 Payakumbuh sebagai Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMA se-Sumatera yang baru pertama kali digelar ini.

Dari helatan ini, banyak diterima masukan dari peserta maupun pembimbing. Diantaranya, agar para peserta bisa mendapatkan rekomendasi untuk masuk ke Fakultas Kedokteran di wilayah Sumatera jika memenangkan ajang ini. Juga, banyak yang bertanya-tanya kapan dan dimana SCALENUS berikutnya akan diadakan. So, who’s the next? Di Acehkah? Medan? Padang? Palembang? Jambi? Lampung? Bengkulu? Bangka Belitung? yang penting, maju terus FULDFK…Lanjutkan!!!….(kayak kampanye ya???)

Announcement!!!

Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan mengucapkan bismillahirrahmaanirrahiim, dewan juri Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat SMA se-Sumatera SCALENUS 2009 memutuskan utusan sekolah-sekolah berikut sebagai finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah se-Sumatera SCALENUS 2009 untuk:

A. Wilayah Sumatera bagian Utara:

1. SMA Negeri 1 Bangkinang, judul karya tulis: Madu si Manis yang Diberkahi

2. SMAN Negeri 3 Payakumbuh, judul karya tulis: Al-Qur`an sebagai Landasan Pembelajaran Konsep Reproduksi dalam Proses Penciptaan Manusia

3. SMAN 9 Pekanbaru, judul karya tulis: Manfaat Wudhu bagi Kesehatan

4. Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang, judul karya tulis: The Power of Bekam

5. SMAN 9 Pekanbaru, judul karya tulis: Pandangan Islam terhadap KB

B. Wilayah Sumatera bagian Selatan:

1. SMAN 17 Plus Palembang, judul karya tulis: Klorofil, si Emas Hijau yang Bermanfaat

2. SMAN 5 Bengkulu, judul karya tulis: Puasa sebagai Aplikasi Nilai Islam yang Berperan dalam Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

3. SMAN 2 Sekayu Musi Banyuasin, judul karya tulis: Keistimewaan Habbatus Sauda terhadap Sistem Imun

4. SMA 1 Pemali Bangka, judul karya tulis: Pandangan Islam Tentang Peranan Air Susu Ibu

5. SMA Kartika, Tama Metro, judul karya tulis: Sex Education di Kalangan Remaja dalam Pandangan Islam

Demikianlah, keputusan ini dibuat. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Pekanbaru-Lampung, 22 April 2009

Dewan juri:

Dr. Delita Zul M.Si

dr. Efhandi Nukman, SpM

MUI Pekanbaru

dr. Ismawati, M. Biomed

Dr. Sutyarso, M.Biomed

Dyah Wulan SRW, SKM., M.Kes

Kepada seluruh finalis:

1. Presentasi karya tulis dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Riau pada tanggal 2 Mei 2009. Untuk itu, finalis harus menyiapkan presentasi dalam bentuk powerpoint.

2. Pengumuman pemenang dilaksanakan di Kampus Fakultas Kedokeran Universitas Riau pada tanggal 3 Mei 2009

3. Teknis acara presentasi karya tulis ilmiah akan dikirimkan ke email finalis hari ini juga. Silakan cek emailnya masing-masing.

4. Para finalis harap menginfokan berapa orang yang akan hadir untuk mempresentasikan karya tulisnya kepada:

  • Alin 085271386339
  • Ulzim 081365786294

download file teknis presentasi karya tulis ilmiah

Seminar…euy…don`t miss it…

pamflet seminar

ANNOUNCEMENT…

Waktu pengiriman Karya Tulis Ilmiah untuk Sumatra Medical Exploration For Us diundur hingga tanggal 5 April 2009. So, kirim secepatnya naskah KTI kamu ke alamat panitia…

SCALENUS 2009

Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah SCALENUS 2009

PEDOMAN PENULISAN LKTI 2009

1. PENJELASAN UMUM

A. Definisi

Karya Tulis Ilmiah merupakan tulisan yang disusun secara komprehensif berdasarkan data akurat (terpercaya) yang dianalisis secara runtut, tajam dan diakhiri dengan kesimpulan yang relevan. Karya tulis ilmiah yang dimaksud bukan merupakan laporan penelitian eksperimental.

B. Kategori yang diperlombakan

Read more »

Now see your heart…

Hiduplah bagai fungsi sebuah sungai yang mengalir yang banyak manfaatnya. Sungai bisa berfungsi sebagai sarana pengairan bagi petani, bisa mengalirkan kelebihan air hujan, bahkan sungai bisa mengantarkan kotoran limbah rumah tangga. Demikian juga kehidupan kita, kita bisa menjadi sarana membagikan rizki yang kita miliki, kita juga bisa menjadi penyampai rizki orang lain, serta kita juga bisa menjadi pencari solusi dari setiap permasalahan yang ada. Semampu kita. Wallahua’lam…
Dikutip dari kalender terbitan Darul Falah